Jumat, 16 Juli 2010

Dibalik arti Sasak Lebung

Beberapa hari yang lalu saya menanyakan arti “Sasak Lebung” ke mailing list Komunitas Sasak. Kebetulan saat itu ada semeton yang menggunakan istilah itu pada post-nya dan menggunakannya untuk menyebut mereka yang memaksakan segala hal dilombok haruslah “sasak”. Saya sendiri hampir tidak pernah lagi menggunakan istilah tersebut. Tapi dulu, ketika saya menduga bahwa istilah tersebut berarti “asli sasak” atau “tidak diragukan kesasakannya”, saya dan rekan-rekan sering menggunakannya untuk menegaskan kesasakan seseorang, atau bahkan diri saya sendiri (saya sempat menggunakan nick sasaclebunk di MIRC, dan menempel sticker bertuliskan kata yang sama di pintu kosan). Istilah itu kami anggap berarti bahwa seseorang adalah keturunan asli sasak, lahir besar di lombok, dan tentunya mahir berbahasa sasak.

Tipikal rangkaian percakapan dimana kami kemudian memilih untuk menggunakan istilah tersebut biasanya seperti berikut ini.
A : “Lekan Lombok ke loq X?” (Si X orang lombok ya?)
B : “Iye wah, dengan lombok iye”. (Iya benar, dia orang lombok)
A : “Tao ke iye base sasak?” (Dia bisa berbahasa sasak?)
B : “Adooo, sasak lebung iye miq.” (Wah, dia sih jangan diragukan sasaknya)

Trus, karena merasa tidak pernah begitu mengerti baik arti istilah tersebut, dan apa yang ditawarkan semeron itu berbeda dengan apa yang selama ini samar-samar saya pahami, saya lantas menanyakannya ke mailing list, khususnya ke Tuaq Hazairin Junep yang memiliki kelebihan dalam urusan bahasa (ybs seorang polyglot, dari inggris, perancis, hingga rusia dan esperanto, plus pengetahuan mengenai bahasa sansekerta).
Benarlah, beberapa hari kemudian beliau menjawab pertanyaan tersebut secara tidak langsung dengan gaya khasnya, bercerita. Cerita yang ia mulai dengan sebuah percakapan antar pemuda yang ia dengar di Stasiun Tugu (YK) dan kemudian diakhiri dengan ulasan mengenai beberapa sebutan yang sering ditempelkan orang-orang sasak kepada rekan-rekannya.Sayang, saat tulisan ini saya publish, tulisan Tuaq Junep belum muncul di sasak.org, sehingga saya tidak bisa menyediakan linknya. (update 170209: tulisan dapat diakses di sini)

Khusus mengenai sasak lebung, beliau mengemukakan bahwa istilah ini merujuk pada karakter yang fanatik sehingga muncul sifat “pagah” namun rapuh hingga mudah diombang-ambingkan kemana saja oleh orang yang ia percayai. Beliau juga menyebutkan secara tidak langsung bahwa karakter ini sangat mudah dijumpai di tataran akar rumput bangsa sasak, dan bila dimanfaatkan dengan tepat, bisa diarahkan untuk kemajuan bangsa sasak.
Hmmm, penjelasan yang menarik Sasak lebung rupanya berkonotasi sangat negatif, dan saya sekarang harus berhati-hati dalam menggunakan istilah tersebut.
Glosarium
pagah = keras kepala, tapi tidak kritis
sasak = suku asli penghuni pulau lombok (well, istilah “suku asli” agak-agak kurang tepat sebenarnya)

Rahasia Dahsyat Kekuatan Air Akhirnya Terungkap!

Selama berabad-abad lamanya manusia selalu tergantung pada air. Air bisa sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan pengobatan namun air bisa juga mengakibatkan bencana yang tak terperikan. Banjir dahsyat di berbagai daerah atau peristiwa tsunami di Aceh, jelas sekali menggambarkan kekuatan alam yang mampu meluluhlantakan kota dan penduduknya hanya dengan sekali libas.

Karena dahsyatnya kekuatan air, manusia pun selayaknya memiliki ahlak terhadap air. Banyaknya pencemaran air di Indonesia yang meliputi sungai, laut, dan air tanah jelas sekali memperlihatkan betapa rendahnya ahlak manusia Indonesia terhadap air. Tidaklah mengherankan jika air pulalah yang mengakibatkan banyak bencana di Indonesia. Bencana-bencana tersebut tentulah bukan takdir Tuhan semata, melainkan takdir tersebut terjadi akibat perbuatan manusia itu sendiri :

Dengan demikian ada sebuah pertanyaan : benarkah air mampu merespon positif atau bahkan 'balas dendam' kepada manusia?

Pertanyaan diatas terjawab juga akhirnya di abad modern ini. Melalui penelitian tentang air yang dilakukan ilmuwan Jepang Dr.Masaru Emoto akhirnya dapat kita ketahui bahwa air pun ternyata HIDUP dan dapat memberikan respon yang positif ataupun negatif terhadap manusia. Penelitian ini patut diacungi jempol karena telah membuktikan ayat dalam Al Quran : "Dan kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup..." (Q.S Al Anbiya (21) :30).


Dr.Masaru Emoto berhasil mendapatkan foto kristal air pertama di dunia bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan yang ahli dalam mikroskop). Foto kristal air ini didapat dengan cara membekukan air pada suhu -25 derajat celcius dan difoto dengan alat foto berkecepatan tinggi. Hasilnya adalah air ternyata mampu merespon terhadap kata-kata, gambar serta musik baik secara positif ataupun negatif.

Jika kita mengatakan pada air kata-kata "cinta dan terima kasih" maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah. Sebaliknya, jika kita mengatakan pada air kalimat "kamu bodoh" maka tidak akan membentuk kristal bahkan gambarnya jelek sekali. Simak perbedaan fotonya berikut ini :

Kristal air yang terbentuk buruk jika kita mengatakan "kamu bodoh" :

Kristal air yang terbentuk baik jika kita mengatakan "cinta dan terima kasih" :

Itulah sebabnya sekarang ini kita harus berahlak terhadap air karena dengan ahlak yang baik pada air berarti kita mengkonsumsi air yang akan berdampak baik pada tubuh kita, sebab air yang mampu membentuk heksagonal merupakan air yang mampu melunturkan racun-racun pada tubuh kita. Percobaan terhadap air tidak hanya dilakukan dengan kata-kata namun juga melalui musik. Ternyata musik klasik mampu merubah air membentuk kristal yang sangat indah sedangkan musik heavy metal justru membentuk air yang tidak baik.

Hal yang berkaitan dengan manfaat air sebagai penyembuhan spiritual juga mengagumkan. Foto berikut ini telah memperlihatkan kebesaran Allah, dimana air yang telah diberikan doa ternyata mampu membentuk kristal heksagonal yang sangat indah.

Dengan penelitian ini, jelaslah sudah bahwa pengobatan alternatif melalui air yang telah diberi doa ternyata bisa memberikan kesembuhan kepada penyakit yang berat sekalipun. Jika dulu banyak orang beranggapan penyembuhan penyakit melalui air yang diberi doa adalah musrik maka oleh ilmu pengetahuan telah dibuktikan bahwa doa yang dibacakan pada air mampu merubah air tersebut menjadi air penyembuh. Jadi semua ini sejalan dengan ilmu pengetahuan.

Penelitian Dr.Masimoto inipun tidak hanya mencakup air melainkan juga makanan lainnya yang ternyata mampu memberikan reaksi positif dan negatif. Inilah rahasianya mengapa kita dianjurkan oleh agama untuk berdoa sebelum makan/minum. Doa yang baik ternyata akan mampu merubah air/makanan menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh. Penelitian ini sungguh menyadarkan kita bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik. Peristiwa tsunami di Aceh adalah bukti bahwa alam (air) telah merespon segala ketakutan, kemarahan, kesedihan rakyat aceh selama berpuluh-puluh tahun. Akibatnya adalah air merespon secara negatif dan berbalik menghantam mereka sendiri.

Untuk itu marilah kita berhati-hati! apalagi tubuh kita sendiri ternyata terdiri dari 70% air. Jika kita memiliki pikiran negatif maka air dalam tubuh kita juga akan membentuk pola yang negatif. Akibatnya malah bisa menimbulkan penyakit atau masalah lainnya. Tidaklah mengherankan jika stress ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya penyakit.

Dengan penemuan yang brilian ini, kini saatnya bagi kita semua memiliki pikiran yang positif! Pikiran positif akan memancarkan gelombang energi dalam diri kita sendiri sehingga kesehatan akan semakin baik karena air dalam tubuh kita akan membentuk pola energi yang baik juga. Demikian gelombang energi positif ini akan mempengaruhi lingkungan sekitar kita hingga berdampak positif bagi kita. Hasilnya adalah kesuksesan hanya akan terjadi jika kita berpikiran positif! : rejeki tambah lancar, keluarga harmonis dll.

Dengan membiasakan diri berpikir positif, maka sesungguhnya kita akan mampu menghambat energi negatif yang akan menghantam kita, entah berupa penyakit, stress, sihir dll. Hal ini telah dibuktikan pula oleh Masimoto yaitu air yang telah diberi doa/kalimat positif ternyata masih tetap membentuk kristal meski kemudian diperdengarkan kata-kata negatif. Jadi tunggu apa lagi !?? berpikirlah positif mulai sekarang!!

Sumber : Buku "The True Power of Water" (Dr. Masaru Emoto)

10 Alasan Untuk Tersenyum

Senyum, menurut seorang ahli adalah cara terbaik untuk membantu tubuh berfungsi lebih baik. Senyuman meningkatkan kesehatan, menurunkan level stress, dan membuat Anda lebih atraktif.

Berikut ini rangkuman tentang manfaat senyuman:

1. Senyum membuat Anda lebih menarik. Orang yg byk tersenyum memiliki daya tarik. Orang yg suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yg selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yg byk tersenyum memiliki byk teman.

2. Senyum mengubah perasaan. Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah.

3. Senyum menular. Ketika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia.

4. Senyum menghilangkan stres. Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika Anda stres, ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.

5. Senyum meningkatkan imunitas. Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.

6. Senyum menurunkan tekanan darah. Tidak percaya? Coba Anda mencatat tekanan darah saat Anda tidak tersenyum dan catat lagi tekanan darah saat Anda tersenyum saat diperiksa. Tekanan darah saat Anda tersenyum pasti lebih rendah.

7. Senyum melepas endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Senyum ibarat obat alami. Senyum bisa menghasilkan endorphin, pemati rasa alamiah, dan serotonin. Ketiganya adalah hormon yg bisa mengendalikan rasa sakit.

8. Senyum membuat awet muda. Senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga Anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan byk tersenyum, Anda akan terlihat lebih awet muda.

9. Senyum membuat Anda terlihat sukses. Orang yg tersenyum terlihat lebih percaya diri, terkenal, dan bisa diandalkan. Pasang senyum saat rapat atau bertemu dengan klien. Pasti kolega Anda akan melihat Anda lebih baik.

10. Senyum membuat orang berpikir positif. Coba lakukan ini : pikirkan hal buruk sambil tersenyum. Pasti susah. Penyebabnya, ketika Anda tersenyum, tubuh mengirim sinyal "hidup adalah baik". Sehingga saat tersenyum, tubuh menerimanya sebagai anugerah.

Tapi jangan senyum-senyum sendiri ya....

Umar bin Khattab dan sungai Nil

Kisah ini merupakan suatu perkara yang benar-benar berlaku di zaman pemerintahan Saiyidina Umar al-Khattab r.a. Beliau adalah seorang mukmin yang sejati, teguh iman dan amat taqwa kepada Allah SWT. Justeru kerana kekuatan imannya kepada Allah SWT, maka doanya sentiasa diperkenankan oleh Allah SWT.

Kisah ini berlaku di Mesir, ketika itu Umar al-Khattab r.a. telah melantik seorang pahlawan Islam yang gagah perkasa iaitu Amru al-As r.a. sebagai Gabenor di Mesir. Penduduk Mesir ketika itu baru sahaja menganut agama Islam, penduduk asalnya berbangsa Qibti. Sesetengah mereka menganut agama Islam dan sesetengah dari mereka masih dengan agama asal nenek-moyang mereka, ini kerana tiada paksaan dalam Islam,
mereka bebas sama ada mahu menerima Islam atau tidak.

Suatu peristiwa ganjil dan aneh berlaku semasa Amru al-As r.a. menjadi Gabenor Mesir. Sungai Nil kelihatan mulai surut airnya, airnya tidak melimpah-limpah seperti biasa. Sungai Nil amat penting kepada penduduk kerana ia adalah nadi kehidupan di sana, sungai Nil digunkan untuk menyiram kawasan pertanian dan sebagai sumber air untuk kehidupan mereka. Peristiwa ini amat mencemaskan penduduk Mesir.

Sebelum memeluk Islam, sebahagian besar orang Mesir adalah penyembah matahari. Di antara adat mereka semasa jahiliyyah ialah mengorbankan seorang anak dara pada waktu-waktu tertentu sebagai persembahan kepada Dewa Sungai Nil supaya air sungai Nil sentiasa mengalir.

Dalam keadaan cemas, penduduk berjumpa dengan Gabenor Mesir dan mendesak Amru al-As r.a. supaya melakukan adat jahiliyyah tersebut bagi mengatasi masalah sungai Nil ini, walaupun mereka telah memeluk Islam tetapi masih tertanam kepercayaan jahiliyyah yang telah diamalkan turun-temurun. Amru al-As r.a. keberatan menunaikan
permintaan mereka kerana adat ini khurafat dan syirik kerana menyembah selain dari Allah SWT. Gabenor meminta tangguh dahulu kerana ingin bertanyakan kepada Khalifah Umar al-Khattab r.a. bagi menyelesaikan masalah ini bagi memuaskan hati penduduk Mesir.

Amru al-As menulis sepucuk surat kepada Khalifah menceritakan dengan jelas masalah yang dihadapinya, semoga khalifah dapat memberikan pandangan bagi menyelesaikan masalah tersebut demi kepentingan raklyat.

Khalifah Umar al-Khattab r.a. menerima surat tersebut, apabila dibaca, air muka Umar al-Khattab r.a. berubah kerana marah dengan sikap penduduk Mesir. Katanya " adat ini terang sekali syirik hukumnya. Terang sekali bertentangan dengan ajaran agama kita yang suci. Bukankah Allah SWT yang sebenarnya patut disembah kerana Dialah Yang
Maha Kuasa, Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Demi Allah, aku tidak sekali akan membenarkan penduduk Mesir melakuakan adat yang kejam dan bodoh ini".

Setelah itu, Umar al-Khattab r.a. mengambil sehelai kertas dan menulis sepucuk surat sebagai balasan kepada Gabenor Mesir.Beberapa hari kemudian surat tersebut pun sampai. Ketika itu sungai Nil semakin surut dan mulai kering, penduduk bertambah gelisah dan cemas. Amru al-As r.a. sangat gembira lalu membuka surat dari khalifah,
alangkah terkejutnya beliau kerana surat itu bukan ditujukan kepadanya sebaliknya Umar al-Khattab menujukan surat itu kepada sungai Nil. Setelah membacanya Amru al-As r.a. terus mencampakkan surat itu ke dalam sungai Nil. Dengan kuasa Allah SWT setelah surat itu jatuh ke dalam sungai Nil dalam sekejap masa air Sungai Nil mulai naik dan akhirnya melimpah-ruah ke kawasan tanah disekelilingnya. Kejadian yang
anih ini disaksikan sendiri oleh penduduk Mesir. Semenjak hari itu iman mereka mula teguh dan mereka tidak mengamalkan adat jahiliyyah tersebut.

Surat khalifah Umar al-Khattab itu berbunyi antara lain maksudnya "Surat ini dikirimkan oleh Umar, Amirul Mukminin kepada Sungai Nil, kalaulah air yang mengalir pada tubuhmu itu bukan dari kuasa Allah maka kami tidak sekali memerlukan engkau! Tetapi kami percaya Allah itu Maha Kuasa dan kepadaNyalah kami bermohon supaya engkau mengalir seperti sediakala".
Wallahu a'lam….

Umar bin Khattab Menangis

Pernahkah anda membaca dalam riwayat akan Umar bin Khatab menangis? Umar bin Khatab terkenal gagah perkasa sehingga disegani lawan maupun kawan. Bahkan konon, dalam satu riwayat, Nabi menyebutkan kalau Syaithan pun amat segan dengan Umar sehingga kalau Umar lewat di suatu jalan, maka Syaithan pun menghindar lewat jalan yang lain. Terlepas dari kebenaran riwayat terakhir ini, yang jelas keperkasaan Umar sudah menjadi buah bibir di kalangan umat Islam. Karena itu kalau Umar sampai menangis tentulah itu menjadi peristiwa yang menakjubkan.

Mengapa “singa padang pasir” ini sampai menangis?

Umar pernah meminta izin menemui rasulullah. Ia mendapatkan beliau sedang berbaring di atas tikar yang sangat kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang keras. Aku ucapkan salam kepadanya dan duduk di dekatnya. Aku tidak sanggup menahan tangisku.

Rasul yang mulia bertanya, “mengapa engkau menangis ya Umar?” Umar menjawab, “bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera“.

Nabi berkata, “mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga; sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya. “

Indah nian perumpamaan Nabi akan hubungan beliau dengan dunia ini. Dunia ini hanyalah tempat pemberhentian sementara; hanyalah tempat berteduh sejenak, untuk kemudian kita meneruskan perjalanan yang sesungguhnya.

Abu Bakar dan Pengemis buta

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis buta yang belum diberi kesempatan bersentuhan dengan Islam dan sangat suka mencaci maki Rasul Muhammad, orang yang belum pernah ditemuinya, kepada siapapun yang melintas di hadapannya.

Suatu hari sampailah cerita tentang caci maki pengemis buta itu ke telinga Rasul Muhammad. Esok paginya, laki-laki mulia itu pergi dari rumah sambil membawa semangkuk bubur gandum. Sejak saat itu hingga sakit dan wafatnya Rasul Muhammad tak pernah absen satu hari pun pergi dari rumah dengan semangkuk bubur gandum.

Setelah Rasul Muhammad wafat, sahabat yang menjadi khalifah pertama, Abu Bakar, datang berkunjung menemui Aisyah, istri Rasul Muhammad yang juga putri dari Abu Bakar. Abu Bakar bertanya "wahai putriku, sunnah apakah yang dilakukan Rasul Muhammad yang belum aku jalankan?" Aisyah menjawab "Wahai ayahku, setiap pagi beliau pergi ke sudut pasar Madinah sambil membawa semangkuk bubur gandum dan menyuapi seorang pengemis buta".

Keesokan paginya berangkatlah Abu Bakar dengan semangkuk bubur gandum menuju pasar Madinah. Setelah ditemukannya pengemis buta itu maka Abu Bakar berjongkok dan mulai menyuapi si pengemis.

Baru sendok pertama, pengemis itu tersadar dan memegang tangan Abu Bakar sambil berkata "Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku". Abu Bakar menjawab "Aku orang yang biasa menyuapimu". Sang pengemis berkata lagi "Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku karena orang itu selalu menghaluskan lebih dulu bubur gandum dengan sabar dan meniup hingga agak dingin sebelum menyuapiku".

Abu Bakar berlinang airmata begitu mendengar kata-kata si pengemis lalu "Orang yang biasa menyuapimu telah wafat dan aku ingin meneruskan semua perilaku yang dicontohkannya". Sang pengemis bertanya "Siapakah gerangan orang yang telah dengan begitu sabar dan telaten kepadaku yang hanya pengemis ini?". Abu Bakar menjawab "Namanya Muhammad, seorang Rasul". Dengan suara serak penuh tangis sang pengemis berkata "Sungguh aku telah mencaci makinya selama ini".

Browshing terus




Saking sibuknya untuk mencari semua peluang,...sehingga lupa segala-galanya..